Bisnis E-Learning Berpotensi Triliunan Rupiah

Sistem pembelajaran elektronik (Electronic Learning disingkat E-learning) dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja.

E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Fungsi e-learning Dikatakan berfungsi sebagai suplemen, apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik yaitu :

  1. Suplemen Dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan), apabila peserta mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak.
  2. Komplemen (tambahan) Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima tersebut.
  3. Substitusi (pengganti) Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.


Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: (1) Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, (3) Sepenuhnya melalui internet.


Plus Minus E-Learning


Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah:

  • Melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir.
  • Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya.
  • Mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.


Perkembangan E-Learning


E-Learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

  1. Tahun 1990: Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
  2. Tahun 1994: Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
  3. Tahun 1997: LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak, dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
  4. Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

Slogan yang selalu diangkat dalam penerapan e-learning, yaitu “Content is King, Conversation is Queen”. Sudah sepantasnya bagi Penggiat e-learning, untuk selalu berusaha menyajikan konten yang bisa diterima dengan baik, bisa diakses dengan mudah, dan bisa diiikuti dengan menyenangkan.

SDM suatu perusahaan/institusi harus mempunyai pola pikir bahwa e-learning menjadi kebutuhan perusahaan/institusi untuk mencapai visi dan misi perusahaan/institusi itu sendiri, sehingga e-learning harus dilakukan. Cara pandang ini tentunya membawa konsekuensi dan menuntut adanya perubahan, diantaranya adalah perubahan budaya kerja di perusahaan/institusi tersebut. Dalam hal ini manajemen SDM sebagai pengelola SDM yang ada tentunya akan membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan e-learning di perusahaan/institusi tersebut.


E-Learning Untuk Bisnis

Bisnis E-Learning Berpotensi Triliunan Rupiah

Kelas Privat


Buat kelas privat untuk training karyawan anda. Kelas ini hanya bisa diikuti oleh orang yang anda kehendaki. Anda bisa dengan mudah menambahkan trainer dan peserta kelas yang tak terbatas.

Materi Bervariasi


Tambahkan materi untuk peserta training anda. Jenis materi yang didukung sangat bervariasi dan interaktif yang akan membuat training karyawan anda menjadi menyenangkan.
  • Text
  • Video
  • Youtube
  • Audio
  • Pdf
  • Pertanyaan
  • Test

Alur Belajar


Buat alur belajar untuk karyawan anda sesuai dengan kebutuhan. Peserta kelas harus mengikuti pelajaran demi pelajaran yang ada.

Progres Belajar


Pantau progres belajar karyawan anda dengan mudah.

Evaluasi


Evaluasi progres belajar karyawan anda dengan sebuah test.

Tanya jawab


Peserta kelas bisa bertanya di setiap pelajaran yang sedang di pelajari sehingga memudahkan bagi pengajar untuk membantu peserta memahami pelajaran yang sedang di pelajari.

Sosial Media


Dengan membuat kelas online untuk training karyawan, anda mendapatkan sosial media privat dimana peserta maupun pengajar bisa berbagi text, gambar atau tautan yang berkaitan dengan mata pelajaran di kelas.


Bisnis E-learning di Indonesia Berpotensi Mencapai Triliunan Rupiah


Tidak hanya di Indonesia saja, perkembangan bisnis e-learning di Asia secara keseluruhan mengalami perkembangan paling pesat dibanding kawasan lainnya.

Meski sangat menjanjikan, potensi bisnis e-learning di Indonesia saat ini belum mampu dimaksimalkan oleh para pelaku pasar.

Bisnis e-learning atau pembelajaran digital kini berkembang menjadi makin prospektif untuk digeluti di tanah air. Hal ini diungkapkan oleh CEO SquLine, Tomy Yunus, dengan mengutip sebuah laporan seputar perkembangan e-learning yang dirilis oleh Docebo.

Menurut laporan tersebut, total pendapatan bisnis e-learning di seluruh dunia pada tahun 2016 telah mencapai US$51,5 miliar (sekitar Rp.687 triliun) dengan total pertumbuhan rata-rata mencapai 7,9 persen per tahun. Sedangkan untuk wilayah Asia, total pendapatannya mencapai US$$7,1 miliar atau (sekitar Rp.94 triliun).
Anas Muhammad Writing on the website is very fun!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel